Bandung,- Kick Off UMKM Naik Kelas dan Wirausaha Baru 2024 Kota Cimahi, kolaborasi Pemkot Cimahi dengan Pemprov Jawa Barat untuk membuat UMKM Kota Cimahi semakin Campernik dibuka PJ Walikota
Cimahi Dicky Saromi, , di Techno Park Kota Cimahi, Selasa (7/5).
Walkot Cimahi mengatakan, Negara atau kota paling bagus 10-20 persen penduduknya pengusaha. Di Cimahi baru 5 persen penduduknya yang menjadi pengusaha.
Pihak dorong UMKM terus berkembang. Sebab UMKM yang mendasar dan potensi besar untuk memajukan potensi wilayah. Koperasi soko guru perekonomian di daerah.
Indonesia di ASEAN paling banyak UMKM nya. Apakah mereka sudah naik kelas? UMKM naik kelas kalau produk Usahanya meningkat, pelayanan meningkat, efisiensi usaha meningkat, pemasarannya makin luas dan membangun merek yang terpercaya.
Efek naik kelas, kata Dicky, pendapatan meningkat, keberlanjutan usaha terus maju, kita akan ciptakan peluang-peluang usaha bisnis baru dan citra kepercayaan meningkat.
Cimahi sedang mengembangkan peluang UCCF (jaringan kota kreatif) yakni kota film dan kota gastronomi (kuliner). Bulan September atau Oktkber 2024 akan mengembangkan kota kreatif dunia maka akan digelar Baros International Animasi Festival.
Melalui kegiatan ini menciptakan UMKM Cimahi yang campernik dan membuka peluang usaha baru untuk mengurangi pengangguran dan kita usahakan 20 persen penduduk Cimahi jadi pengusaha.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi sangat antusias menyambut kegiatan Kick Off UMKM Naik Kelas dan Wirausaha Baru Kota Cimahi ini. Ada 150 peserta, hal ini sangat luar biasa. Pemprov Jabar menyampaikan apresiasi kegiatan ini.
"Banyak industri manufaktur yang bangkrut, maka UMKM jadi tumpuan kita sendiri. UMKM juga menciptakan lapangan pekerjaan. Program pendampingan telah berjalan 4 tahun", jelasnya.
Kegiatan pendampingan ini telah berhasil terbukti,
Indikator jumlah naker yang serap semakin banyak. Usaha yang dilakukan para UMKM Kota Cimahi semakin berkembang.
Fasilitasi halal, setiap UMKM mulai 16 Oktober semua produk harus bersertifikat halal. Para pendamping juga mendookng pengembangan ekosistem UMKM di wilayahnya. Tujuannya menguatkan pemasaran dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
"Tanpa jejaring stakeholder UMKM sulit untuk berkembang. Pendampingan akan berlangsung selama 8 bulan. Saya harapkan UMKM Cimahi Naik Kelas", jelasnya.
Hella Haerani, Kepala Dinas perdagangan dan KUKM Perindustrian Kota Cimahi melaporkan, tujuan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan peran pembinaan bagi pelaku UMKM. Selain meningkatkan kemampuan pelaku umkm dan menyiapkan UMKM siap berkompetisi di tingkat selanjutnya.
Sebanyak 150 peserta dengan beragam jenis usaha tersebar di 15 kelurahan di Kota Cimahi mengikuti program ini. Hella menilai, PJ walkota Cimahi sangat peduli dan perhatian terhadap pembinaan bagi UMKM, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian Kota Cimahi. (Ade*)




